Pengertian Investasi
Suatu hari di salah satu acara TV swasta berbayar: National Geograpics; saya melihat sebuah kisah perjalanan hidup sebuah spesies semacam tupai di daerah Afrika; diperlihatkan si induk ketika melahirkan anaknya di dalam sebuah lubang dalam jumlah yang cukup banyak(lebih dari 10 ekor). Menurut narator pada akhirnya dari sekian banyak spesies yang lahir tersebut, yang bisa bertahan hidup hanya 2 atau 3 ekor saja. Mengapa bisa begitu? Kemudian film tersebut berlanjut ketika bayi-bayi spesies tersebut dibesarkan dengan diberi makan oleh induknya, yang anehnya belum mencapai tingkat kedewasaan yang cukup, si induk meninggalkan anak-anaknya tanpa meninggalkan persediaan makanan apa pun. Tak lama kemudian korban-korban berjatuhan dan berguguran oleh karena kelapara, sakit, dan sebagainya; yang tewas tubuhnya dimakan yang oleh yang hidup, satu per satu hingga tinggal 6 ekor. Perlu diketahui hingga saat periode ini pun semua anakan- anakan dari spesies tersebut belum ada yang berani keluar dari lubang, hingga pada akhirnya ada salah satu yang berani muncul keluar dari lubang, hingga pada akhirnya ada salah satu yang berusaha muncul keluar, melongok keluar lubang, ketika dilihatnya ada beberapa ekor predator (Hyna) yang mengawasi dan mengincar mereka, spesies tersebut kemudian masuk kembali ke dalam sarangnya. Namun persediaan makanan sudah tidak ada lagi. Dengan disertai rasa lapar dan ketakutan dari incaran para predator maka keluarlah salah satu anakan tersebut disertai tatapan saudara/saudarinya yang lain, ketika keluar predator-predator (Hyna) sudah mengincarnya, tetapi spesies ini memiliki kelincahan yang cukup baik dibanding predator-predatornya, akhirnya anakan yang satu ini berhasil keluar dari wilayah dan incaran para pemangsa lainnya, kemudian diberi gambar anakan ini berhasil mendapatkan makanannya dengan memakan semut-semut dan kayu-kayuan.
Sisa yang 5 ekor lainnya dengan terbengong-bengong melihat keberhasilan salah satu kerabatnya yang berhasil memperoleh makanan dengan keberanian dan kelincahannya sehingga salah satu spesies tersebut dengan nekat dan tanpa perhitungan lagi keluar karena didorong dari hasrat rasa lapar yang dengan amatsangat maka dengan nekat dan tanpa perhitungan dia keluar dari sarangnya. Amat disayangkan karena tanpa perhitungan dan hanya didorong oleh rasa lapar yang amat sangat, maka tidak lama setelah keluar anakan spesies ini dalam sekejap tewas dimangsa oleh predator-predator (Hyna) dengan disaksikan keempat ekor spesies lainnya. Keempat spesies ini dihinggapi oleh rasa takut yang teramat luar biasa, rasa lapar semakin menghinggapi mereka semua. Namun salah satu dari spesies tersebut, mulai mempelajari lingkungan diluar sarang mereka, sesekali keluar untuk memancing hyna-hyna predator tersebut guna mempelajari gerakan serta kelemahan lawan-lawannya.Setelah yakin dengan yang dipelajarinya maka keluar lah anakan yang satu ini dengan diikuti oleh ketiga pasang mata anakan yang lainnya. Oleh karena persiapan yang matang maka anakan yang satu ini berhasil keluar dan survive. Tidak lama kemudian ada satu anakan lagi yang mencoba mengikuti keluar, tetapi begitu hyna si predator menghadang, kembalilah masuk ke sarang si anakan tersebut dalam ketakutan trauma, salah satu anakan yang telah mempelajari kedua saudara/saudarinya yang lain telah berhasil memperoleh”kebebasan” mulai mencoba keluar, dengan perhitungan yang mantap maka larilah keluar si anakan ini dan, BERHASIL…Lalu bagaimana dengan sisa kedua anakan yang lain, ternyata anakan yang satu masih trauma ketika mencoba keluar dari sarangnya tersebut. Dengan tubuh yang menggigil ketakutan dan menahan lapar yang amat sangat ia memeluk saudaranya yang satu lagi, yang ternyata lebih parah lagi oleh karena dari sejak awal hanya ketakutan saja yang menghinggapi dirinya sejak awal hingga saat itu. Tanpa perlu kita ketahui pastilah kita tahu akhir dari kisah kedua anakan yang terakhir tersebut; berbeda dengan kisah ketiga anakan yang lainnya yang telah berhasil keluar mendapatkan “alam kebebasan” dan hidup bahagia. Setelah diamati ternyata kehidupan spesies anakan tersebut tidak jauh berbeda dengan kehidupan anak manusia. Bahkan setelah kita amati perjalanan keenam ekor spesies tersebut dalam mencari kebebasan mewakili sifat dasar karakter manusia di dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia sejak awal sudah memiliki sifat turunan DNA”Fear”&Greed” yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita ketika beliau masih di surga; DNA Greedy kita terima ketika Hawa digoda ular untuk mengambil Buah Pengetahuan Baik & Jahat (anggaplah namanya kromosom Y), saat hawa ditantang dan digoda keinginannya untuk menjadi seperti TUHAN dengan jalan memakan buah pengetahuan yang baik dan buruk, sedangkan DNA “Fear” didapatkan ketika sang suami Adam karena cintanya yang begitu besar kepada istrinya ia “Takut/Fear”(Kromosom X) kehilangan pasangan yang sangat dicintainya karena telah melanggar pesan yang diberikan langsung oleh TUHAN agar tidak memakan buah tersebut; maka dari situlah DNA Fear & Greed sangat terasa kental di setiap lini kehidupan manusia hingga hari ini.
Khususnya di dunia investasi; aroma “Fear & Greed” sangat kuat dan kental mendominasi market, bahkan sebenarnya market bergerak oleh karena didorong dan dimotivasi oleh Fear & Greed” sendiri.
Read the rest of this entry »




